Minggu, 16 Desember 2012

Ujung Tombak Keluarga

Nama saya Adi Setiyawan Ponco Nugroho,anak ke 5 dari 4 saudara.
Saya terlahir dari keluarga sederhana yang berprofesi sebagai pedagang. Dari ke 4 saudara saya yaitu 3 kaka perempuan,dan 1 kaka laki-laki saya,hanya saya yang berpendidikan tinggi.

Kaka perempuan pertama dan kaka kedua saya tamatan SMP,
Kaka laki-laki saya yg ketiga berhenti di bangku SMP kls 2,
dan Kaka perempuan keempat saya berhenti di bangku SD kls 3.
Hehehehe. . . sebuah pengalam dari kaka-kaka saya yang tidak patut dibanggakan.

Walaupun saya masih duduk di bangku SMK tetapi masih tinggi derajatnya dari pada kaka-kaka saya. Harapan dari orang tua,saya harus bisa berpendidikan sampai sarjana yang dapat dibanggakan,dan bisa melambungkan nama besar keluarga.

Naahh..., dari ambisi itulah orang tua saya memutuskan untuk menyekolahkan saya di luar kota.
Alasannya sich katanya agar dapat menghindari pergaulan dikampung yg begitu liar,hehehehe. . .

Bangga punya orang tua yang peduli sama nasib masa depan anaknya,makanya saya di beri pesan untuk menjadi UJUNG TOMBAK KELUARGA di masa yg akan datang.

Dan berharap diluar kota saya bisa beradaptasi,menjadi yg lebih baik dan bisa mandiri.Sudah hampir 3 tahun saya hidup jauh dari keluarga yang di rumah,hal semacam ini sudah biasa kurasakan.

Pedih pahit suka gak suka enak gak enak senang gak senang betah gak betah harus saya jalanin,ini demi keluarga saya. Suatu saat saya berharap bisa merubah nasibnya kaka-kaka saya,dan orang tua saya.

19 tahun ibu meninggalkan saya pergi merantau untuk merintis bisnis dari nol,19 tahun pula ibu meninggalkan bapak dan anak - anaknya. Ibu sendirian merintis bisnis dari awal/nol,dari berkembangnya waktu usaha ibu mulai maju.

Kaka-kaka saya yg awalnya hidup bersama bapak,kini berganti untuk hidup bersama ibu di perantauan. Dengan kesuksesannya ibu,kaka-kaka saya di latih untuk berbisnis dan membantu mengembangkan usahanya ibuu.

Dari situlah ibu meminta saya untuk mencari ilmu yang lebih tinggi agar suatu saat bisa menjadi pebisnis yang hebat yang bisa merubah lebih dari bisnis ibunya.


Aku akan menjadi Ujung tombak Keluarga yang runcing dan tajam,agar dapat menancap kebumi yg lebih dalam hingga berdiri tegak tak akan runtuh.

I LOVE YOU IBUUUU...
Perjuanganmu akan ku banggakan,jejakmu akan aku ikuti dan menjadi yg lebih baik dari ibuuu.






Rabu, 12 Desember 2012

Anak yang Malang

Ini cerita dari kaka-kaka saya...
Waktu itu saya masih di dalam kandungan sekitar usia 8 bulanan,orang tua saya mengalami kebangkrutan dalam bisnisnya. Dari situ ibu sama bapak hancur berantakan setiap hari ibu sama bapak sering adu mulut,entah kaya apa jadinya.

Gonjang-ganjing hidup membuat bapak stres dan banyak pikiran,adu mulutpun selalu saja terjadi,bahkan sangking emosi dan frustasinya bapak sampai melempar ibu hingga terkena almari ukir yang sudah berusia tua,sampai sekarangpun almari itu jadi sejarah.

Tak terbayangkan saat itu ibu masih mengandungku,usia kandungan ibuku beranjak 9 bulan tinnggal menunggu kelahiranku saja,tangis pilu terjadi saat tak terbayangkan dengan keselamatanku. Semua orang mengira saya tidak ada harapan untuk hidup,tetapi tuhan berkehendak lain.

Waktu yang dinanti telah tiba,ibu mengalami kesakitan dalam perutnya tanda-tanda kelahiran jabang bayi. Detik itu tangisan dan do'a mengiringi rintihan ibuku,semua kerabat-kerabat saya tak berharap banyak hanya pasrah kepada Allah yang maha kuasa.

Atas ridho dan kuasanya Allah SWT tangisan bayi terdengar sangat lantang yang membuat semua terkejut dan heran. Alhamdullilah saya lahir dengan kondisi yang ideal.

Singkat cerita,diusia 2bulan ibu meninggalkan saya untuk pergi merantau saat itu ibu sudah habis-habisan sudah gag ada yang di rasain lagi. Ibu berharap suatu saat bisa merubah hidupnya untuk kembali seperti semula.

Sepanjang perjalanan itu saya hidup tanpa ibu kandung,seorang bayi malang yang kurang minum ASI nya seorang ibu. Dari situ saya hidup diasuh sama tante/bulek yang sampe sekarang sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri.

Ibu meninggalkan saya sampai umur saya sekarang 19tahun,angka yang fantastik untuk hidup tanpa kasih sayang dari seorang ibu. Di usia saya 13 tahun ibu baru sukses dan bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Entah sampai kapan ibu saya meninggalkanku hanya demi usahanya yang di kelola di kalimantan kepulauan natuna. Disini aku merindukan kasih sayangnya.....

BERSAMBUNG....

Kecik isi sawo

Kecik isi sawo yang berarti biji dari buah sawo yang terletak di tengah-tengah buahnya.
Bijinya itu kecil warnanya ada yang coklat dan ada juga yang item,tergantung dari jenis sawonya.

Singkat cerita...
Ini cerita tentang asal usul panggilan saya yang sering disebut KECIK,mungkin itu nama istimewa buat saya atau nama membawa keberuntungan buat saya,saya juga bingung.
Yang bikin saya bingung dan aneh ketika semua teman-teman memanggil saya dengan sebutan KECIK,sampe-sampe nama asliku itu udah gag berlaku dan tidak ada yg mengenal..
hehehehe. . itu sih terserah teman-temanku mau panggil saya apa juga bakal saya terima dengan senyuman setulus hati.

Cuman yang bikin saya bingung lagi ketika suatu saat saya di beri kepercayaan sama bangsa indonesia untuk menjadi Persiden RI,lantas nama apa yang harus saya pake????
masa Bapak Persiden Kecik, , , ya gag pantes. hehehe itu cuma hayalan aja semoga tercapai. amiiieeennnn.....ammmiieen ya roobbal allamiiieeenn.. Hehehehehe....

Saya cari informasi ke orang yang pertama kali memanggil saya dengan dengan sebutan KECIK,katanya karna dulu usiaku masih belita saya itu nakalnya bukan main.
dengan postur tubuh yang mungil dan berkulit hitam itu sebabnya saya di panggil KECIK.
Ternyata panggilan KECIK itu tercipta ketika saya diusia 3 atau 4 tahunan yang lalu,coba bayangkan begitu lamanya panggilan itu terucap sampai sampai tenar di era globalisasi ini.

Saya cuma memohon maaf  kepada Bapak Ibu saya yang sudah memberi nama Adi Setiawan Ponco Nugroho,karna sangking kebanyakannya arti sampai gag berarti di mata teman-teman saya.

Dan ini kalau ingin melihat foto-foto saya :





Keren-keren kannn???? Hehehehe...